DaerahProboNews

Bulog Bangun Gudang Canggih Demi Ketahanan Pangan

Brebes, Probo.id-Perum Bulog resmi melakukan uji coba gudang modern dan canggih di Brebes, Jawa Tengah pada Kamis (2/5). Gudang modern ini akan digunakan untuk menyimpan komoditas pangan khususnya bawang merah.

Ada 20 unit Control Atmosphere Storage (CAS) untuk menyimpan bawang merah dengan kapasitas 272 ton konde bawang merah atau 326 ton bawang merah rogol.

Suasana Gudang Modern Milik Perum Bulog di Brebes, Jawa Tengah. Foto: Abdul Latif/kumparan

Kepala Divisi Pergudangan, Persediaan dan Angkutan Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, mengatakan CAS mampu mengurangi penyusutan atau kebusukan bawang merah lebih lama dibanding gudang konvensional. Jika menggunakan gudang modern dan canggih ini penyusutan akan terjadi 10 persen selama 3 bulan, sementara gudang konvensional akan menyusut 10 persen dalam sehari.

“Teknologi penyimpanan dengan pendingin, pengontrol kelembapan O2, CO2, N2 dan ethylene, sehingga memperlambat penuaan,” katanya saat ditemui di Gudang Modern Sub Divre Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/5).

Bulog menggelontorkan dana investasi Rp 25 miliar untuk membangun seluruh kebutuhan CAS. Adapun CAS diproduksi oleh perusahaan dalam negeri, PT Pura.

Ke depan, Bulog rencananya akan membangun lagi gudang modern CAS di beberapa daerah sentra pangan di Indonesia. Hanya saja saat ini masih menunggu hasil dari percobaan CAS di Brebes.

“Rencana ke depan fokus di kawasan sentra pangan (seperti) Solok (Sumatera Barat), membangun gudang CAS di Solok di sentra-sentra produksi,” ucapnya seperti dikutip www.kumparan.com.

Cara Kerja

Adapun cara kerja Control Atmosphere Storage (CAS) yaitu dengan mengatur kelembapan udara yang ada di dalam storage. Adapun teknologi CAS dengan kombinasi pendingin suhu, pengontrol kelembapan (RH), O2 (oksigen), CO2 (karbon diolsida), N2 (gas nitrogen) dan ethylene.

Kombinasi teknologi tersebut mampu meredam kerusakan komoditi, termasuk bawang merah sebesar 10 persen selama tiga bulan. Sementara untuk gudang konvensional, bawang merah akan menyusut 10 persen dalam sehari.

Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Sigit T. Mulyono mengatakan, secara teknis akan ada biaya penyimpanan tambahan atau disebut holding cost.

“Artinya kalau ada bawang cadangan dari pemerintah, risikonya harus di tanggung pemerintah (holding cost). Sehingga fungsi Bulog sebagai stabilisator saat harga jatuh kita beli, saat tinggi kita jual,“ terangnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pergudangan, Persediaan dan Angkutan Bulog Mokhamad Suyamto menambahkan, ke depan Bulog rencananya akan membangun beberapa gudang modern termasuk CAS di beberapa daerah sentra pangan di Indonesia. Hanya saja saat ini masih menunggu hasil dari percobaan CAS di Brebes.

“Rencana ke depan fokus di kawasan sentra pangan (seperti) Solok, membangun gudang CAS di Solok di sentra-sentra produksi,” katanya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close