Probonomics

Transaksi Berjalan Terus Melebar, Diperkirakan Capai 2,5 Persen

Jakarta, Probo.id-Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Bordjonegoro memprediksi defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) Indonesia sepanjang 2018 melebar jadi 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini memburuk bila dibandingkan realisasi CAD tahun 2017 yang hanya 1,7 persen.

“Harusnya bisa 2 sampai 2,5 persen tingkat CAD barangkali masih manageable ya buat Indonesia,” katanya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (22/1).

Neraca Transaksi Berjalan adalah alat ukur terluas untuk perdagangan internasional Indonesia. Ini mencakup transaksi barang, jasa, pendapatan faktor produksi (dari aset dan tenaga kerja), dan juga transfer uang. Neraca perdagangan sendiri masuk ke dalam komponen CAD.

Neraca perdagangan Indonesia sendiri mengalami defisit USD 8,56 miliar sepanjang 2018 atau terburuk sejak Indonesia merdeka.

Bambang menambahkan, angka tersebut dipatok berkaitan dengan berbagai kebijakan dan langkah yang ditempuh pemerintah dalam pengurangan impor seperti implementasi biodesel atau B20 hingga PPh impor.

Di sisi lain, Bambang menilai Indonesia juga cukup mampu menangkap peluang dari efek perang dagang. Caranya, dengan menggiatkan ekspor ke negara-negara terdampak perang dagang. “Intinya harus mulai ini mulai meninggalkan ketergantungan pada komoditas (impor) ya, harus lebih promote produk-produk manufaktur,” tegasnya.

Prediksi Menteri Bambang itu, senada dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pihaknya memperkirakan CAD Indonesia untuk keseluruhan tahun 2018 akan berada di bawah 3 persen.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close