ProboMarketing

Ini Dia Cara Jalani Bisnis E-Commerce

Menggeluti bisnis e-commerce seolah tengah menjadi tren bagi kalangan muda. Satu persatu startup menjamur dan unjuk kebolehan menampilkan performa bisnisnya. Tentu, ada yang berkembang dan ada pula yang tak berumur panjang.

Jakarta, PROBO.ID-Menggeluti bisnis e-commerce seolah tengah menjadi tren bagi kalangan muda. Satu persatu startup menjamur dan unjuk kebolehan menampilkan performa bisnisnya. Tentu, ada yang berkembang dan ada pula yang tak berumur panjang.

Seperti yang ditulis Kumparan.com, bahwa satu hal penting dalam bisnis e-commerce yang terkesan sepele namun begitu penting diperhatikan ialah penggunaan data.

Founder dan CEO perusahaan e-commerce, SIRCLO, Brian Marshal mengatakan data sebagai nyawa dalam menjalankan bisnis utamanya di dunia digital. Bukan saja sebagai pemberi informasi, namun juga untuk riset memberikan layanan optimal ke konsumen hingga meningkatkan profit perusahaan itu sendiri.

“Jangankan datang ke toko kita beli apa, ngeliat berapa lama dan apa aja bisa. Nah, ini data-data yang ada tapi kalau kita enggak ngerti, enggak menganggap sesuatu yang penting dari awal bakal menguap begitu saja sehingga enggak kepakai,” katanya seperti yang disampaikan kepada kumparan, Rabu (9/1).

Bukan saja perlu kesadaran tentang pentingnya data, kata Brian, pebisnis e-commerce pun mesti paham soal tools untuk memperoleh data itu. Baik lewat marketplace dengan karakteristik tempat melakukan transaksi ataupun sosial media yang kuat di bagian marketing.

“Semua channel marketplace dan sosial media punya datanya masing-masing. Bagaimana kita kemudian bisa gabungkan, data yang diperoleh dari tempat A bisa digabungkan dengan tempat B,” imbuh dia.

Hal yang tak kalah penting bagi pebisnis e-commerce tak boleh mengabaikan etika dalam pengelolaan data. Maksudnya, harus memberikan term and condition yang jelas terkait data konsumen.

“Sekarang kita masih banyak temukan website kita diminta ngisi tapi tidak ada term and conditionnya, itu sebenarnya tidak boleh. Kalaupun ada term and condition itu sudah ada kerangkanya juga. Data ini disimpan maksimal berapa lama, jadi ada umurnya,” terang dia.

Lebih lanjut, Ia berkata memanipulasi, memperdagangkan dan penyalahgunaan data konsumen lainnya juga mesti dihindari. Hal itu sebagaimana termaktub dalam Undang Undang ITE yang menerangkan penyalahgunaan data pribadi merupakan pelanggaran.

Di sisi lain, menurutnya segala bentuk penggalian data ke konsumen mesti dijelaskan untuk apa peruntukkannya serta apa saja isinya, dan dalam kurun waktu berapa lama. Itu semua, mesti ada kesepakatan yang disetujui bersama.

“Lalu apakah itu hanya disimpan, apakah itu boleh dianalisa, apakah itu boleh dibagikan ke partnernya mereka nah itu harusnya yang pasti sudutnya jelas, sehingga pengguna mengetahui pilihan itu,” ujarnya.

Brian menyarankan, pebisnis e-commerce penting untuk melek teknologi dan bisa memilih tools untuk menghimpun serta memanfaatkan data secara maksimal. Ia menekankan, pebisnis bisa menggunakan aplikasi yang memang disiapkan khusus untuk mengelola data karena selapis sudah terfilter dengan term and condition yang lebih terjamin keamanannya.

“Dengan begitu, data yang baik bisa meningkatkan pelayanan, orang happy, orang datang terus, loyal, dan profit pun bisa meningkat,” pungkasnya.

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close