ProboKesehatan

Kisruh BPJS Akibatkan Layanan Kesehatan Terganggu

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencermati semakin banyaknya Rumah Sakit (RS) yang menghentikan layanan kesehatan BPJS sejak awal Januari 2019. Penghentian layanan lantaran berbagai alasan seperti belum terakreditasinya RS, atau masih dalam proses perpanjangan akreditasi RS, termasuk tidak memenuhi syarat rekredensialing dan Surat Izin Operasional RS yang belum terbit.

Jakarta, PROBO.ID–Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencermati semakin banyaknya Rumah Sakit (RS) yang menghentikan layanan kesehatan BPJS sejak awal Januari 2019. Penghentian layanan lantaran berbagai alasan seperti belum terakreditasinya RS, atau masih dalam proses perpanjangan akreditasi RS, termasuk tidak memenuhi syarat rekredensialing dan Surat Izin Operasional RS yang belum terbit.

Kepala BPKN Ardiansyah Parman mengatakan, pihaknya sangat concern atas insiden penghentian pelayanan tersebut. Kata dia, sebenarnya BPKN sudah menyampaikan potensi insiden ini pada catatan akhir tahun yang disampaikan pada 17 Desember 2018 lalu.

“Hal ini sangat berpotensi merugikan akses masyarakat konsumen yang membutuhkan layanan kesehatan,” katanya melalui keterangan tertulis yang dikutip kumparan, Sabtu (5/1).

Dengan demikian, Ardiansyah mendesak Menteri Kesehatan Nila Moeloek agar melakukan audit layanan kesehatan secara keseluruhan baik audit medik maupun non-medik untuk memastikan layanan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat. Lalu kepada Direktur Utama BPJS Fahmi Idris untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kebijakan, standar pelayanan kesehatan, dan program BPJS Kesehatan dalam memberi jaminan sosial di bidang kesehatan yang berkeadilan.

“Kepada Kepala Kepolisian (Tito Karnavian), untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

Selain itu, BPKN turut meminta BPJS Kesehatan segera melakukan pemulihan operasional pelayanan kesehatan BPJS atas RS bersangkutan, termasuk exit strategy bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan (yankes) masyarakat di wilayah. Dengan demikian, pasien RS di wilayah tersebut tetap bisa mendapatkan pelayanan optimal dari BPJS Kesehatan. Pemerintah segera menyelesaikan kewajiban tunggakan BPJS Kesehatan kepada RS.

Selain itu, pemerintah seharusnya memberikan kepastian reimbursement BPJS Kesehatan untuk memastikan keberlangsungan operasional RS yang bersangkutan dalam melayani pasien BPJS. Pemerintah harus segera membenahi sistem dan manajemen pengelolaan BPJS Kesehatan. Sementara RS diminta untuk segera memenuhi persyaratan perizinan dan akreditasi

“Seharusnya rumah sakit menangani terlebih dahulu pasien terutama pasien dengan kondisi kritis, memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif,” jelas Ardiansyah.

BPKN menyayangkan terjadinya insiden pelayanan pasien BPJS Kesehatan yang terganggu. Sesuai Undang-undang Nomor 36 tahun 2009, banyak hal terkait sistem dan manajemen pengelolaan BPJS Kesehatan yang perlu diperbaiki, seperti percepatan sistem perizinan dan akreditasi, akses terhadap unit-unit pelayanan kesehatan di wilayah, ketersediaan dokter dan tenaga medis, akses obat dan ketersediaannya, operasional dan logistik tenaga medis di wilayah geografis sulit, dan lain-lain.

Fokus BPKN saat ini adalah mengembalikan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan agar tidak terganggu khususnya pasien kritis.

“Selanjutnya BPKN mengimbau agar pasien kritis yang tidak dilayani RS agar mengadukannya ke BPJS, Kemenkes, BPKN atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swdaya Masyarakat (LPKSM) terdekat. Serta mengingatkan pasien BPJS Mandiri agar segera melunasi tunggakan iuran bulanannya untuk membantu aliran kas BPJS dan tentunya hal ini akan membantu keberlangsungan pelayanan RS kepada pasien BPJS,” pungkas Ardiansyah.

Berikut adalah daftar RS yang sudah tidak berkejasama lagi dengan  layanan BPJS Kesehatan.

Daftar RS sudah tidak kerjasama dengan BPJS Kesehatan per 2 januari 2019
1. Jakarta Pusat
– RS Menteng Mitra Afia
2. Jakarta Timur
– RS Kartika Pulomas
– RS Yadika
– RSIA Sayyidah
3. Cibinong
– RS. CITAMA
– RS. Bina Husada
– RS. Annisa
– RS Sismadi
– RS Asysyfa
– RS Permata Pertiwi
4. Jakbar (Nihil)
5. Tangerang
– RS Bunda Dalima
– RS Vitalaya
– RS Aria Sentra Medika
6. Jakarta Selatan
– RSUD Jati Padang
7. Jakarta Utara
– RS Mulyasari
– RSU Pekerja
– RS mata Primasana
8. Cikarang
– RS Multazam Medika
– RS Karya Medika 2
– RS Mitra Medika
9. KC Bogor :
– RSIA Sawojajar
– RSIA Bunda Suryatni
10. KC Tigaraksa
– RSUD Pakuhaji
– RSIA Tiara
– RS Mitra Keluarga
11. KC Bekasi
– RSIA Rinova Intan
– RS Satria Medika
– RS Seto Hasbadi
– RS karya Medika Bantar gebang
– RS Siloam Bekasi timur
– RS Awal Bros Bekasi timur
12. Depok
– RS Diagram Jantung
– RS Citra Medika

(Dari berbagai sumber)

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close